Sistem Pendidikan dan Kegiatan Yang Lumrah yaitu “Menyontek”

Mungkin buat dosen atau guru mendengar kata menyontek itu pasti langsung marah…karena dari mereka yang diinginkan adalah menerapkan sikap kejujuran yg sudah pudar dari generasi bangsa kita. Selain menerapkan sikap jujur satu lagi biar dia bisa berfikir dan percaya atas kemampuannya sendiri.

Kenapa dengan sistem pendidikan sekarang ini??? agak merasa sedih sih mungkin yang baru sekarang adalah penerapan kurikulum baru dan guru masih banyak yang belum siap, mungkin kalau aturan di SD,SMP, dan SMA yang saya alamin di sekolah saya masih bagus attitude masih di jaga, tapi buat siswa yang lain di luar sana “Sekolah Seperti Penjara” mereka merasa terkekang akibatnya kenapa di berita selalu ada headline news nya Tawuran. Beda di perguruan tinggi dalam hal aturan pakain udah beda, berfikir bukan hanya di lingkungan program studi tapi harus luas istilahnya “kritis” dan yang lainnya mungkin tiap orang akan beda merasakan hal yang baru saat di perguruan tinggi.

Apa yang perlu di sedihkan? adalah kegiatan yg dianggap perlu oleh siswa pada situasi tertentu yaitu “menyontek”…beberapa bulan kebelakang ada berita anak SD yang disuruh menyebarkan jawaban UN ke teman-temannya dan anak tersebut melaporkan tindakan tersebut, hanya sebagian orang yang mau melakukan pelaporan itu meski beresiko buat dirinya. Ini yang hilang dari sikap orang indonesia yaitu “JUJUR”. Yang dibikin bingung adalah kenapa tidak ada anak SMP SMA ? apakah tingkatan pendidikan semakin keatas memang dibutuhkan menyontek itu dan semakin hilang juga sikap jujur?

Yang saya perhatikan selama 4 semester di perguruan tinggi negeri di kota bandung, yaitu pada waktu (Sebelum UAS, pas UAS dan Setelah UAS). Ternyata benar, semakin tinggi tingkat pendidikan semakin hilang sikap jujur itu dan kegiatan “PRIMITIF” yaitu menyontek masih ada bahkan lebih canggih.

Yang saya perhatikan pada waktu sebelum UAS biasanya minggu tenang, itu banyak sekali yang masang status/twit/apapunlah di sosial media. Saat pas UASnya fenomena aneh terjadi di tempat fotocopy banyak orang dan uang yang keluar gede, beberapa orang memfotocopy rangkuman belajar dan disulap menjadi ukuran kecil. Saat di ruangan beberapa orang ini mahirnya manggunakan keahlian mereka dalam menyontek, apa dulu mereka begini di SD, SMP, dan SMA? karena apa yang dilakukan sekarang pasti ada imbasnya di masa depan. Ahlinya mungkin menggunakan tempat pensil yang besar, menyelipkan di bawah lembar jawaban, dan lebih canggih adalah di HP mereka (difotolah biar rada jelas agar bisa di zoom). Disaat ini dosen punya trik, tp ga akan di umbar disini hanya saya yang tau. Saat situasi setelah UAS banyak juga yang masang status/twit di sosial media.

Mungkin banyak berfikir ini bohong/cerita fiktif belaka atau apalah, disini bukan mengumbar kebohongan ini murni apa yang saya alami dan saran dari bebrapa responden sebelumnya. Mau diterima atau tidak itu terserah pada pembaca sekalian.

Suatu pelajaran yang saya ambil selama ini adalah percaya pada diri sendiri, ilmu bukan hanya di ijasah tp ada di otak yang bisa kita terapkan, ambil ilmunya nilai tidak terlalu penting dibandingkan dengan kemampuan, jangan puas sma standar yg mungkn bisa orang lain lakukan, Bangga dengan hasil sendiri yang penting ilmunya yang nanti nerep terus drpd nilai bagus instan sebentar ngelayang kan, uat apa nilai besar tapi ga bisa dipertanggungjawabkan. Yg penting prosesnya.

Mungkin Ini yang bisa membuat semangat “Dosen hanya melihat dari nilai quiz,tugas,uts, dan uas tapi saat bekerja nilai yang anda dapatkan akan dipertanggung jawabkan dengan attitude anda saat bekerja nanti. Meski dia nakal atau tidak sesuai aturan tapi karena dosen menilai dari 4 komponen itu pasti akan besar nilainya kalau jawabannya persis apa yang diharapkan” quote salah satu dosen saya.

Mungkin ini beresiko tapi saya ingin mengungkapkan apa yang ada di pikiran saya. #WistleBlowerUAS

(STA, 2013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s